- Pemkab Barito Utara Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Dorong Lanjutkan Pendidikan dan Siap Hadapi Tantangan Global
- Bupati Shalahuddin Tekankan Peran Generasi Muda, Pada Perpisahan Gen 64 MAN Barut
- Penuh Haru, Wabup Felix Sonadie Antarkan Sahabat Lamanya H Muhtar ke Peristirahatan Terakhir
- 228 Siswa MAN Barut Lulus, Kepala SekolahJadilah Teladan di Masyarakat
- Jembatan Perintis Garuda Diharapkan Buka Akses dan Dorong Ekonomi Warga
- Wabup Barito Utara Hadiri Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Desa Liang Buah
- MBG Menuai Kritik, DPRD Barito Utara Tegaskan Evaluasi Menu dan Pengawasan Pada Satgas SPPG
- DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Raperda Pengelolaan Sampah Sampah
- Ground Breaking Jembatan Garuda di Liang Buah, Akses Warga Ditingkatkan
- Petani Jadi Kunci, Penguatan Ekosistem Jagung Didorong Lebih Terpadu di Barito Utara
Pemkab Barito Utara Perkuat Ekosistem Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026

Baritonews.co - Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hery Jhon Setiawan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Ekosistem Pertanian Jagung yang digelar di Aula Anggrawina Jagratara Polres Barito Utara, Senin (06/04/2026).
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menekankan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan bersama.
Jagung dinilai memiliki peran strategis, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Barito Utara juga menyatakan dukungan penuh melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, hingga penguatan akses pasar.
“Keberhasilan ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan petani sebagai ujung tombak di lapangan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang terarah, terukur, dan berkelanjutan guna memperkuat kontribusi daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
(Ant)
.png)


.jpg)







