- Kunjungi SMAN 1, Kapolres Barito Utara Motivasi Siswa Jaga Disiplin Selama PJJ
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Beri Selamat kepada 55 Pejabat yang Dilantik Bupati Barito Utara
- Tak Cukup Duduki Jabatan, 55 Pejabat Barito Utara Dituntut Bekerja Nyata
- Sekda Muhlis Tekankan Sinergi Camat dan Kepala Puskesmas, Pastikan Program 2026 Tuntas
- Bupati Beri Lampu Hijau, PertaLink Mulai Dimatangkan, Pertamina dan Perusda Mulai Berkoordinasi
- Kapolres Barito Utara Turun Langsung Amankan Aspirasi Driver Batu Bara, Situasi Kondusif
- 85 Lulusan Politeknik Muara Teweh Diwisuda, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kerja Nyata
- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
Pemkab Barito Utara Perkuat Ekosistem Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026

Baritonews.co - Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hery Jhon Setiawan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Ekosistem Pertanian Jagung yang digelar di Aula Anggrawina Jagratara Polres Barito Utara, Senin (06/04/2026).
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menekankan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan bersama.
Jagung dinilai memiliki peran strategis, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Barito Utara juga menyatakan dukungan penuh melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, hingga penguatan akses pasar.
“Keberhasilan ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan petani sebagai ujung tombak di lapangan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang terarah, terukur, dan berkelanjutan guna memperkuat kontribusi daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
(Ant)
.png)





.jpg)




