- Terima Parcel Lebaran, PEWARTA Barito Utara Apresiasi Kepedulian Disdik
- Disdik Barito Utara Berbagi Parcel Ramadhan dengan Insan Pers, Pererat Sinergi Informasi Pembangunan
- Silaturahmi Ramadhan 1447 H RAPI 06 Barito Utara Gelar Buka Puasa Bersama
- Ketua AWPI Barut Ingatkan Semua Pihak Hormati Kerja Jurnalistik di Lapangan
- Pers Bukan Musuh, Mereka Pilar Keempat Demokrasi yang Tidak Boleh Dibungkam
- Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liput Proyek Siring Sungai Bengaris, Video Beredar di Grup Jurnalis Muara Teweh
- Sidang Sengketa Lahan PT NPR Saksi Akui Ada Rumah Warga Sebelum Tambang Beroperasi
- Ketua GPD Alur Barito Utara Tegaskan Lahan Karendan Sudah Dikelola Warga Sebelum Perusahaan Masuk
- Kisah Julak Ujung, Pedagang Wadai yang Dagangannya Ludes Tiap Sore di Pasar Ramadhan Muara Teweh
- H Nurul Anwar Hadiri Safari Ramadan Pemkab Barito Utara Di Desa Sikui
Ketua AWPI Barut Ingatkan Semua Pihak Hormati Kerja Jurnalistik di Lapangan

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Dugaan tindakan tidak pantas terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik kembali menjadi sorotan. Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Barito Utara, Didi Rosyidi, angkat bicara terkait adanya laporan dugaan intimidasi terhadap seorang Wartawan yang sedang melakukan peliputan pada proyek pembangunan di wilayah Barito Utara.
Menurut Didi, setiap wartawan memiliki hak untuk melakukan peliputan dan menggali Informasi di lapangan, terutama terkait kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran Negara.
Karena itu, tindakan yang berpotensi menghalangi kerja Jurnalistik dinilai tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan Informasi kepada publik.
“PERS bekerja untuk kepentingan masyarakat. Ketika Wartawan melakukan peliputan proyek pembangunan, itu merupakan bagian dari Fungsi Kontrol Sosial agar pelaksanaan pembangunan berjalan Transparan dan sesuai aturan. Kami sangat menyayangkan jika ada pihak yang justru bersikap tidak Kooperatif atau bahkan melakukan tindakan yang mengarah pada Intimidasi,” ujar Didi.
Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan Pemerintah bukanlah ruang tertutup. Publik memiliki hak untuk mengetahui proses pelaksanaannya, dan wartawan merupakan perpanjangan tangan masyarakat dalam menyampaikan informasi tersebut.
“Semestinya semua pihak memahami bahwa kegiatan pembangunan yang menggunakan Anggaran Negara harus terbuka terhadap pengawasan publik, termasuk oleh media,” tegasnya.
Meski demikian, Didi juga mengingatkan agar wartawan tetap menjalankan tugas secara Profesional dengan menjunjung tinggi Etika Jurnalistik serta Kode Etik Profesi. Sikap santun, memperkenalkan identitas, serta melakukan Konfirmasi kepada pihak terkait menjadi bagian penting agar pemberitaan tetap akurat dan berimbang.
“Kami juga mengimbau rekan-rekan wartawan agar tetap menjaga etika Profesi. Saat melakukan peliputan, sampaikan tujuan dengan baik, lakukan Konfirmasi kepada pihak terkait, dan pastikan Informasi yang disampaikan kepada publik benar serta tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Didi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, serta semua pihak dapat saling menghormati peran masing-masing demi terciptanya iklim kerja yang sehat antara media, pelaksana proyek, dan masyarakat.
Menurutnya, PERS memiliki posisi penting sebagai salah satu Pilar Demokrasi yang berfungsi mengawasi jalannya pembangunan dan menyampaikan Informasi yang Objektif kepada masyarakat.
“Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu memastikan pembangunan berjalan baik dan masyarakat mendapatkan Informasi yang benar. Karena itu mari kita jaga komunikasi yang baik dan saling menghormati peran masing-masing,” pungkasnya.
(Ant)
.png)








