Ketua GPD Alur Barito Utara Tegaskan Lahan Karendan Sudah Dikelola Warga Sebelum Perusahaan Masuk

By Redaksi 13 Mar 2026, 12:56:00 WIB Peristiwa
Ketua GPD Alur Barito Utara Tegaskan Lahan Karendan Sudah Dikelola Warga Sebelum Perusahaan Masuk

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Fakta keberadaan lahan masyarakat di kawasan Sungai Karendan kembali mencuat dalam sidang sengketa lahan di Pengadilan Negeri Muara Teweh, Kamis (12/03/2026).

Ketua GPD Alur Barito Utara, Hison, menegaskan bahwa lahan yang saat ini disengketakan telah lama dikelola masyarakat jauh sebelum aktivitas perusahaan dimulai.

Menurutnya, hal tersebut bahkan diperkuat oleh keterangan salah satu saksi yang dihadirkan oleh pihak perusahaan dalam persidangan.

“Sejak awal sebelum ada perusahaan, sudah ada pondok-pondok masyarakat dan ladang di wilayah itu. Bahkan saat perusahaan akan melakukan pengeboran, mereka sempat meminta izin kepada pemilik lahan,” ungkap Hison.

Ia menilai fakta tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat telah lebih dahulu mengelola kawasan tersebut secara turun-temurun sebelum adanya aktivitas pertambangan.

Hison berharap majelis hakim yang memeriksa perkara sengketa lahan ini dapat mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, khususnya terkait keberadaan masyarakat yang telah lama menggarap lahan tersebut.

 “Kami berharap majelis hakim dapat memberikan keputusan yang adil dengan mempertimbangkan hak masyarakat yang telah lama mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

Sidang sengketa lahan yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Muara Teweh ini terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang mengklaim telah lama menggarap lahan di kawasan Sungai Karendan sebelum aktivitas perusahaan berlangsung.

Sidang akan dilanjurkan kembali dengan agenda penyampaian kesimpulan penyampaian dari para pihak sebelum majelis hakim menentukan jadwal pembacaan putusan

    (Ant)

    





Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.