Kabut Asap Kepung Ruang Rapat, Wabup Felix, Kita Tidak dalam Kondisi Ideal dan Sehat

By Redaksi 15 Sep 2026, 15:58:42 WIB Peristiwa
Kabut Asap Kepung Ruang Rapat, Wabup Felix, Kita Tidak dalam Kondisi Ideal dan Sehat

Baritonews.co - Muara Teweh - Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan kekompakan seluruh pihak dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di Kecamatan Teweh Selatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Aula Kantor Camat Teweh Selatan, Selasa (15/09/2026). Rakor turut dihadiri Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Sekda Muhlis, Ketua dan anggota DPRD, sejumlah kepala OPD, serta unsur terkait lainnya.

Felix mengatakan berbagai upaya preventif telah dilakukan, termasuk oleh pemerintah kecamatan, kepolisian dan BPBD. Bahkan, dalam penanganan kasus Karhutla telah terdapat pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kejadian kebakaran masih terus terjadi.

Baca Lainnya :

"Preventif sudah dijalankan, bahkan tadi sudah disampaikan bahwa sudah ada tersangkanya juga. Tapi tetap juga masih terjadi Karhutla," ujarnya.

Ia menyebut berdasarkan laporan terakhir, kondisi Karhutla cukup tinggi dan Kecamatan Teweh Selatan menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Karena itu, Felix mendorong penguatan koordinasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, aparat keamanan, relawan dan unsur terkait lainnya. Ia juga mendukung segera dilaksanakannya deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen dalam penanganan Karhutla.

Menurut Felix, dampak Karhutla saat ini juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Ia menyinggung laporan pihak RSUD Muara Teweh  bahwa pada Senin (14/09/2026) malam terjadi peningkatan antrean pasien, terutama akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Di Rumah Sakit Muara Teweh antreannya sangat tinggi, terutama terdampak masalah ISPA. Tentunya semua koordinasi kewilayahan ini penting sekali," katanya.

Felix meminta mulai dilakukan pemetaan wilayah secara jelas, terutama untuk membedakan lahan gambut dan tanah mineral. Menurutnya, karakteristik lahan tersebut membutuhkan pola penanganan yang berbeda. Ia juga menyoroti adanya indikasi pembakaran yang diduga sengaja dilakukan di sejumlah wilayah tanah mineral.

"Mulai hari ini minimal kita mulai memetakannya secara jelas, yang mana penanganan masalah gambut, yang mana yang memang di tanah non-gambut atau mineral," ujarnya.

Ia menegaskan penanganan Karhutla tidak boleh dilakukan secara sektoral. Seluruh pihak harus mengesampingkan ego dan memperkuat kerja sama, termasuk memberikan dukungan kepada para relawan yang berada di garis depan dan menghadapi risiko keselamatan saat memadamkan api.

"Kita perlu kekompakan. Terutama level kita yang paling dasar yaitu kepala desa, mesti mensupport semua," tegasnya.

Felix juga meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan pembakaran yang disengaja serta segera merapatkan barisan menyusun perencanaan yang jelas dan terukur.

Ia berharap langkah bersama tersebut dapat mempercepat penanganan Karhutla dan memulihkan kondisi lingkungan serta kualitas udara di Barito Utara.

"Di dalam ruangan ini sudah berkabut, itu tandanya kita yang rapat pun tidak dalam kondisi ideal dan sehat," pungkasnya.

(Ant)