Bupati Shalahuddin Turun Langsung, Pegang Selang Padamkan Karhutla di Desa Trahean

By Redaksi 31 Agu 2026, 07:44:29 WIB Peristiwa
Bupati Shalahuddin Turun Langsung, Pegang Selang Padamkan Karhutla di Desa Trahean

Baritonews.co - Muara Teweh – Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Utara, mulai membawa dampak serius. Minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat lahan mudah terbakar dan memicu munculnya sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Asap dari kebakaran bahkan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah sekolah pun diimbau meliburkan kegiatan belajar mengajar hingga 2 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Baca Lainnya :


Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat melakukan penanganan Karhutla. Pada Minggu (30/08/2026), tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan.




Tim gabungan terdiri dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Barito Utara, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean dan KPHP, Kodim 1013/Muara Teweh bersama Babinsa, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan, Bhabinkamtibmas, aparat Desa Trahean serta masyarakat setempat.


Penanganan bermula setelah adanya laporan warga melalui WhatsApp. Tim TRC-Pusdalops PB BPBD Barito Utara langsung bergerak menuju lokasi bersama unsur terkait dengan membawa mesin pompa portabel, selang nozzle dan mobil suplai air.


Sekitar pukul 16.00 WIB, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T. bersama Sekda Drs. Muhlis dan jajaran tiba di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.


Tak sekadar datang meninjau, Bupati Shalahuddin langsung turun ke tengah kepulan asap. Ia mengambil selang semprot dan mengarahkannya langsung ke kobaran api yang masih menyala, ikut menyiram dan memadamkan titik-titik api bersama petugas dan masyarakat.




Aksi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani Karhutla, sekaligus menjadi bentuk kepedulian langsung terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat akibat kebakaran dan kabut asap.


Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.40 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan gambut seluas kurang lebih 0,5 hektare.


“Kita harus bergerak cepat ketika ada laporan kebakaran. Jangan sampai api yang awalnya kecil meluas dan sulit dikendalikan. Sinergi seluruh pihak sangat penting, dan saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan,” ujar Shalahuddin.


Pemerintah daerah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Setiap munculnya titik api diharapkan segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

(Ant)