- Shalahuddin Tegaskan, Mencegah Karhutla Lebih Baik daripada Memadamkan
- Kabut Asap Kepung Ruang Rapat, Wabup Felix, Kita Tidak dalam Kondisi Ideal dan Sehat
- Peduli Korban Kebakaran, Kecamatan Teweh Baru Dampingi Kunjungan TP Posyandu Barut ke Liang Buah
- Bupati Shalahuddin Dorong Sinergitas Pemkab dan DPRD dalam Pembahasan APBD-P 2026
- Penyelesaian Batas Mea - Tongka, Shalahuddin Kedepankan Prinsip, Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah
- AKBP Singgih Tinggalkan Barito Utara, Bupati Shalahuddin Terima Kasih atas Pengabdian dan Sinerginya
- RAPI 06 Barito Utara Dipercaya Jadi Tuan Rumah Musda V, Siapkan Agenda Besar November 2026
- Bupati Shalahuddin, Haul Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam Momentum Meneladani Perjuangan Ulama
- Farewell and Welcome Parade, AKBP Ananda Oktora Resmi Sambut Tongkat Komando Kapolres Barito Utara
- Maulid Nabi 1448 H, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Akhlak di Tengah Kemajuan Teknologi
Shalahuddin Tegaskan, Mencegah Karhutla Lebih Baik daripada Memadamkan

Keterangan Gambar : karhutla,teweh selatan
Baritonews.co- Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Teweh Selatan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Camat Teweh Selatan, Selasa (15/09/2026).
Rakor dihadiri Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix, SE, Sekda Muhlis, Ketua dan anggota DPRD, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Baca Lainnya :
- Kabut Asap Kepung Ruang Rapat, Wabup Felix, Kita Tidak dalam Kondisi Ideal dan Sehat0
- Peduli Korban Kebakaran, Kecamatan Teweh Baru Dampingi Kunjungan TP Posyandu Barut ke Liang Buah0
- Bupati Shalahuddin Dorong Sinergitas Pemkab dan DPRD dalam Pembahasan APBD-P 20260
- Penyelesaian Batas Mea - Tongka, Shalahuddin Kedepankan Prinsip, Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah0
- AKBP Singgih Tinggalkan Barito Utara, Bupati Shalahuddin Terima Kasih atas Pengabdian dan Sinerginya0
Rapat ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Bupati H. Shalahuddin mengatakan, pencegahan Karhutla harus dilakukan secara terpadu karena persoalan tersebut memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
"Dampak yang ditimbulkan bukan hanya kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, transportasi, serta kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.
Karena itu, menurut Bupati, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, dunia usaha, kelompok masyarakat, relawan, serta masyarakat secara umum.
Ia meminta rakor yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu menghasilkan strategi dan langkah nyata yang dapat diterapkan di lapangan.
"Forum ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah, menyusun strategi, memperkuat kesiapsiagaan, serta memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya memperkuat sistem deteksi dini, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran. Pemantauan harus ditingkatkan ketika memasuki kondisi cuaca panas dengan curah hujan rendah.
Langkah pencegahan, kata dia, juga harus dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Pemahaman tentang bahaya pembakaran hutan dan lahan secara tidak terkendali perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat ikut menjaga wilayahnya.
Sebab menurutnya mencegah lebih baik dari memadamkan.
Para camat, kepala desa dan lurah juga diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, perusahaan, dan seluruh unsur terkait.
"Jangan sampai menunggu kebakaran terjadi baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini," kata Bupati.
Ia menekankan sejumlah langkah yang perlu diperkuat, mulai dari pemetaan wilayah rawan, patroli dan pemantauan, edukasi masyarakat, kesiapan peralatan, hingga koordinasi yang cepat dan terpadu.
Melalui rakor tersebut, Bupati berharap dapat dirumuskan langkah-langkah konkret dan terukur dalam menghadapi potensi Karhutla di Kecamatan Teweh Selatan.
"hasil rapat hendaknya dapat segera ditindaklanjuti di lapangan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing," pungkasnya.
(Ant)
.png)









