- Disdik Barito Utara Jelaskan Kondisi SDN 2 Muara Inu, Rehabilitasi Difokuskan ke SD Kunjung
- Ariel Rakhmadan Hadiri Maulid Nabi, Tegaskan Komitmen KNPI Berkontribusi dalam Pembangunan
- Barito Utara Naik Dari Siaga Darurat Menjadi Tanggap Darurat
- Kapolres Barito Utara Perkuat Sinergi Tangani Karhutla dan Awasi Distribusi BBM
- Perusda Batara Membangun Dorong Ketersediaan Pupuk, LPG dan BBM di Teweh Selatan
- Tim Gabungan Berjibaku Atasi Karhutla, Bupati Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Bupati Shalahuddin Jelaskan Penurunan Transfer Pusat dan Kenaikan Belanja Daerah
- Shalahuddin Tegaskan, Mencegah Karhutla Lebih Baik daripada Memadamkan
- Kabut Asap Kepung Ruang Rapat, Wabup Felix, Kita Tidak dalam Kondisi Ideal dan Sehat
- Peduli Korban Kebakaran, Kecamatan Teweh Baru Dampingi Kunjungan TP Posyandu Barut ke Liang Buah
Disdik Barito Utara Jelaskan Kondisi SDN 2 Muara Inu, Rehabilitasi Difokuskan ke SD Kunjung

Baritonews.co - Muara Teweh – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara memberikan penjelasan terkait beredarnya video yang memperlihatkan kondisi prasarana pendidikan di SDN 2 Muara Inu, Desa Kareho, Kecamatan Lahei.
Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si., tertanggal 16 September 2026, dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Barito Utara dengan nomor : 400.3.13/58/Disdik/IX/2026. Sebagai bentuk klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat melalui vidio yang beredar.
Menurutnya, SDN 2 Muara Inu memiliki lokasi pembelajaran lain yang dikenal sebagai SD Kunjung. Sekolah tersebut berada di Km 26 Jalan Perusahaan Juju Baru menuju arah Haragandang.
Baca Lainnya :
Dari sisi jumlah peserta didik, terdapat perbedaan cukup signifikan antara sekolah induk dan SD Kunjung. SDN 2 Muara Inu sebagai sekolah induk saat ini memiliki enam orang murid, sedangkan SD Kunjung menampung sebanyak 16 orang murid.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan pada Tahun Anggaran 2026 menganggarkan sejumlah kegiatan rehabilitasi dan pembangunan prasarana pendidikan di lingkungan SDN 2 Muara Inu.
Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi toilet atau jamban, rehabilitasi ruang guru, rehabilitasi rumah dinas guru, pembangunan rumah dinas guru, serta pembangunan toilet.
Namun, pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan tersebut kemudian lebih difokuskan pada lokasi SD Kunjung.
Iman Topik menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan para guru dan kepala sekolah dengan mempertimbangkan kondisi jumlah peserta didik.
“Rehabilitasi dan pembangunan sekolah tersebut difokuskan di SD Kunjung mengingat jumlah muridnya lebih banyak dan potensi bertambah muridnya cukup tinggi,” demikian penjelasan Dinas Pendidikan Barito Utara.
Selain jumlah murid, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kondisi masyarakat di sekitar sekolah induk.
Dinas Pendidikan menyebutkan, penduduk di sekitar SDN 2 Muara Inu sebagai sekolah induk berpotensi meninggalkan kawasan tersebut untuk mengikuti mata pencaharian mereka. Kondisi ini dinilai dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan jumlah peserta didik di sekolah induk.
Sebaliknya, SD Kunjung berada di kawasan yang dinilai memiliki potensi pertambahan jumlah murid lebih tinggi. Karena itu, pembangunan dan rehabilitasi diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan di lokasi tersebut.
Terkait pelaksanaan pekerjaan, Dinas Pendidikan Barito Utara menyampaikan bahwa progres pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendidikan SDN 2 Muara Inu saat ini telah mencapai 85 persen.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi pemerintah daerah terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang ditampilkan dalam video yang beredar.
Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi dan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, termasuk jumlah peserta didik, perkembangan permukiman, serta potensi kebutuhan pendidikan masyarakat di kawasan tersebut.
Dengan adanya penjelasan ini, pemerintah daerah berharap informasi mengenai kondisi SDN 2 Muara Inu dapat dipahami secara utuh, termasuk keberadaan SD Kunjung yang menjadi bagian dari layanan pendidikan sekolah tersebut.
(Anti)






.png)









