- IUB Barito Utara Berbagi Takjil Tebar Kepedulian di Bulan Ramadhan
- DPRD Mahakam Ulu Studi Banding ke DPRD Barito Utara
- Berbagi di Bulan Ramadan, TP PKK Barito Utara Salurkan Ratusan Paket Sayur dan Telur
- Ratusan Produk UMKM Siap Manjakan Pemburu Takjil, Pasar Wadai Ramadhan Muara Teweh Telah Dibuka
- Apel Gabungan Jadi Momentum Penguatan Budaya Kerja ASN
- Pelebaran Jalan Pusat Kota Muara Teweh Mulai Direalisasi
- Parmana Setiawan, Manasik Haji Bekal Penting Jemaah Sebelum ke Tanah Suci
- Aksi Kolaboratif Warnai HPSN 2026 di Barito Utara
- Manasik Haji Terintegrasi 1447 H Digelar, Jemaah Diminta Jaga Ukhuwah dan Kesehatan
- Pemkab Barito Utara Gelar Kegiatan RKPD tahun 2027
Pemkab Barito Utara Resmi Buka Rapimda I Ormas Pasukan Merah TBBR

BORNEONEWS.CO - Muara Teweh – Bupati Barito Utara melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat, secara resmi membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I Organisasi Masyarakat Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Barito Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bappeda Barito Utara, Senin (26/01/2026).
Dalam sambutannya, Yaser Arafat menyampaikan bahwa Ormas Pasukan Merah TBBR merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang hadir dan berperan aktif di Kabupaten Barito Utara. Menurutnya, organisasi ini menjadi penyokong kelestarian adat dan budaya sekaligus wadah konstruktif bagi pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, keberadaan Ormas Pasukan Merah TBBR memiliki peran penting sebagai penghubung aspirasi masyarakat kepada pemerintah, khususnya terkait program kerja, kebijakan, serta konsolidasi internal yang disuarakan melalui forum Rapimda.
Baca Lainnya :
Yaser menegaskan, Rapimda I bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis dan momentum penting untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, serta merumuskan langkah-langkah besar organisasi ke depan. Forum ini juga menjadi sarana menyatukan pemikiran, menyelaraskan visi dan misi, serta memperkuat komitmen dalam menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan nilai-nilai adat, budaya, serta jati diri masyarakat Dayak di Borneo, khususnya di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang lahir dari adat dan budaya, lanjut Yaser, Tariu Borneo Bangkule Rajakng memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan historis untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kearifan lokal, memperkuat persatuan masyarakat adat, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Pasukan Merah TBBR juga dikenal sebagai ormas adat Dayak yang bergerak di bidang pelestarian adat dan budaya.
Ia berharap Rapimda I Ormas Pasukan Merah TBBR mampu menghasilkan keputusan yang tegas, bijaksana, dan berpihak pada kepentingan organisasi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat adat dan persatuan daerah, serta melahirkan program kerja yang terarah, terukur, dan dapat dilaksanakan secara nyata.
Tak lupa, Yaser Arafat mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rapimda I Ormas Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Kabupaten Barito Utara.
Ia berharap organisasi tersebut dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat secara internal, disegani secara eksternal, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelestarian adat dan budaya.
(Ant)
.png)





.jpg)



