- Rakor Revisi IUP Dua Perusahaan Perkebunan, Pemkab Barito Utara Tekankan Kepastian Hukum dan Kelestarian Lingkungan
- Rakornas Kementan Bahas Ancaman Kekeringan, Barito Utara Siap Perkuat Pertanian
- Gang Pelajar Km 7 Gelap Sepekan, Dishub Barut Bergerak Cepat Usai Terima Laporan Warga
- Gowes Pagi Bersama, Bupati Barito Utara Pantau Kebersihan Kota Muara Teweh
- Tak Sekadar WTP, Barito Utara Prioritaskan Transparansi Lewat LKPD 2025
- Pemkab dan DPRD Barito Utara Matangkan Dua Raperda, Siap Kaji Banding ke Luar Daerah
- Hari Amatir Radio Dunia 2026, IARU Region 3 Soroti Inovasi dan Peran Strategis di Masa Darurat
- Kapolda Kalteng Tekankan Enam Pedoman Utama Penanganan Karhutla 2026
- Sekda Muhlis, Sinergi Dari Semua Pihak Jadi Kunci Cegah Karhutla di Barito Utara
- Ajang Papipar 2026, Dorong Peran Pemuda Promosikan Seni dan Budaya Barito Utara
Pemkab Barito Utara Resmi Buka Rapimda I Ormas Pasukan Merah TBBR

BORNEONEWS.CO - Muara Teweh – Bupati Barito Utara melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat, secara resmi membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I Organisasi Masyarakat Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Barito Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bappeda Barito Utara, Senin (26/01/2026).
Dalam sambutannya, Yaser Arafat menyampaikan bahwa Ormas Pasukan Merah TBBR merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang hadir dan berperan aktif di Kabupaten Barito Utara. Menurutnya, organisasi ini menjadi penyokong kelestarian adat dan budaya sekaligus wadah konstruktif bagi pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, keberadaan Ormas Pasukan Merah TBBR memiliki peran penting sebagai penghubung aspirasi masyarakat kepada pemerintah, khususnya terkait program kerja, kebijakan, serta konsolidasi internal yang disuarakan melalui forum Rapimda.
Baca Lainnya :
Yaser menegaskan, Rapimda I bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis dan momentum penting untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, serta merumuskan langkah-langkah besar organisasi ke depan. Forum ini juga menjadi sarana menyatukan pemikiran, menyelaraskan visi dan misi, serta memperkuat komitmen dalam menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan nilai-nilai adat, budaya, serta jati diri masyarakat Dayak di Borneo, khususnya di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang lahir dari adat dan budaya, lanjut Yaser, Tariu Borneo Bangkule Rajakng memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan historis untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kearifan lokal, memperkuat persatuan masyarakat adat, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Pasukan Merah TBBR juga dikenal sebagai ormas adat Dayak yang bergerak di bidang pelestarian adat dan budaya.
Ia berharap Rapimda I Ormas Pasukan Merah TBBR mampu menghasilkan keputusan yang tegas, bijaksana, dan berpihak pada kepentingan organisasi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat adat dan persatuan daerah, serta melahirkan program kerja yang terarah, terukur, dan dapat dilaksanakan secara nyata.
Tak lupa, Yaser Arafat mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rapimda I Ormas Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Kabupaten Barito Utara.
Ia berharap organisasi tersebut dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat secara internal, disegani secara eksternal, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelestarian adat dan budaya.
(Ant)
.png)










