- Kunjungi SMAN 1, Kapolres Barito Utara Motivasi Siswa Jaga Disiplin Selama PJJ
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Beri Selamat kepada 55 Pejabat yang Dilantik Bupati Barito Utara
- Tak Cukup Duduki Jabatan, 55 Pejabat Barito Utara Dituntut Bekerja Nyata
- Sekda Muhlis Tekankan Sinergi Camat dan Kepala Puskesmas, Pastikan Program 2026 Tuntas
- Bupati Beri Lampu Hijau, PertaLink Mulai Dimatangkan, Pertamina dan Perusda Mulai Berkoordinasi
- Kapolres Barito Utara Turun Langsung Amankan Aspirasi Driver Batu Bara, Situasi Kondusif
- 85 Lulusan Politeknik Muara Teweh Diwisuda, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kerja Nyata
- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
Akses Keuangan Jadi Fokus, Barito Utara Targetkan Ekonomi Inklusif

Baritonews.co - Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan hingga ke seluruh lapisan masyarakat melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Semester I Tahun 2026.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten II Setda Barito Utara Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bahrum F. Girsang, mewakili Bupati Barito Utara, Selasa (14/04/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi inklusi keuangan daerah.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan, ditegaskan bahwa akses keuangan bukan sekadar layanan, tetapi merupakan instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha masyarakat.
Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika nasional, pemerintah daerah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan kolaborasi nyata lintas sektor.
“TPAKD memiliki peran vital sebagai motor penggerak dalam memastikan layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk pelaku UMKM, petani, hingga masyarakat di wilayah terpencil,” tegasnya.
Rakor ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi program sebelumnya, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan langkah konkret ke depan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Coaching Clinic Triwulan I difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna memperkuat pemahaman teknis serta mendorong lahirnya inovasi program yang adaptif terhadap kondisi daerah.
Pemkab Barito Utara juga menekankan bahwa upaya mendorong inklusi keuangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, otoritas, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, pemerintah optimistis mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
(Ant)
.png)





.jpg)




