- Tak Hanya Rapat, Bupati Shalahuddin Turun Langsung Cek Proyek Jalan di Muara Teweh
- Tiga Perempuan Hebat di Balik Kekuatan Pemimpin Barito Utara, Setia Mendampingi dari Rumah hingga Pengabdian
- Haornas ke-43, Polres Barito Utara Ingatkan Olahraga Jadi Bagian dari Kesiapan Bertugas
- Kunjungan di Lahei Barat, Bupati Shalahuddin Serap Persoalan Warga dari Dekat
- Pastikan Sesuai Target, Bupati Shalahuddin Turun Langsung Tinjau Proyek Pembangunan
- Perusahaan Diminta Perkuat Kesiapan Sarpras Pemadam Hadapi Puncak Karhutla 2026
- Hj Nety Herawati, Melangkah Dengan Amanah dalam Pengabdian kepada Masyarakat
- DPP AWPI Tetapkan DKI Jakarta sebagai Tuan Rumah Kongres Nasional AWPI II, Dirangkaikan dengan UKW
- Terima Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Barito Utara Siapkan Jawaban Eksekutif
- Pemkab dan DPRD Barito Utara Mulai Bahas Perubahan APBD 2026
Tiga Perempuan Hebat di Balik Kekuatan Pemimpin Barito Utara, Setia Mendampingi dari Rumah hingga Pengabdian

Baritonews.co - Muara Teweh- Di balik kesibukan seorang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan, selalu ada sosok yang turut memberi warna dalam perjalanan hidupnya. Bukan hanya hadir sebagai pendamping di rumah, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga, tempat berbagi, sekaligus sumber kekuatan dalam menjalankan tugas yang diamanahkan
Di Kabupaten Barito Utara ada tiga sosok perempuan yang menarik perhatian. Mereka adalah Hj. Maya Savitri Shalahuddin, istri Bupati Barito Utara H. Shalahuddin sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Utara.
Baca Lainnya :
Ny. Mira Aprianti Nada, istri Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara.
Ny. Marsiana Muhlis, istri Sekretaris Daerah Drs. Muhlis sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Barito Utara.
Ketiganya berada di lingkar terdekat para pejabat utama daerah, namun memiliki ruang pengabdian masing-masing. Mereka menjalankan peran sosial dan organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga, perempuan, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat.
Hj. Maya Savitri Shalahuddin, Penggerak Pemberdayaan Keluarga
Sebagai istri Bupati H. Shalahuddin, Hj. Maya Savitri Shalahuddin tidak hanya mendampingi suami dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Ia juga mengemban amanah sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Utara.
Maya resmi dilantik sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Utara pada 28 Oktober 2025. Dalam amanah tersebut, ia juga dipercaya sebagai Ketua TP Posyandu, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD, Bunda Forum Anak Daerah dan Bunda Literasi Kabupaten Barito Utara.
Aktif membawa isu keluarga, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga ke tengah masyarakat.
Di tengah tanggung jawab suaminya sebagai kepala daerah, Maya menjalankan perannya melalui jalur pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Peran tersebut membuat Maya memiliki ruang pengabdian yang cukup luas, terutama dalam mendorong pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Yang selalu ditekankannya penguatan kembali 10 Program Pokok PKK sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, produktif dan sejahtera.
Pesan yang disampaikannya juga menunjukkan bagaimana ia melihat posisi perempuan dalam pembangunan.
Menurut Maya, kemajuan daerah berawal dari keluarga yang kuat dan berdaya. Baginya, pengabdian bukan semata-mata tentang posisi, tetapi tentang ketulusan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sosok kedua adalah Ny. Mira Aprianti Nada, istri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan.
Mira dipercaya memimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara.
Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur perempuan yang memiliki peran dalam menghimpun dan menggerakkan organisasi-organisasi perempuan di daerah.
Sebagai istri Wakil Bupati, perannya berjalan berdampingan dengan aktivitas Felix Sonadie Y. Tingan dalam pemerintahan daerah. Wakil Bupati sendiri merupakan bagian dari pasangan kepemimpinan daerah Barito Utara periode 2025–2030 bersama Bupati H. Shalahuddin.
Dalam sejumlah kegiatan, Mira juga tampil bersama TP-PKK dan DWP.
salah satunya ketika ketiga organisasi perempuan tersebut melakukan kunjungan ke beberapa tempat mendampingi suami baik itu untuk melihat pelayanan kesehatan maupun memberikan dukungan moril kepada masyarakat.
Kehadiran Mira menunjukkan bahwa peran perempuan di lingkungan pemerintahan tidak hanya berada di belakang layar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kerja sosial dan organisasi.
Disisi lain ada Ny. Marsiana Muhlis,
istri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis.
Jika Bupati dan Wakil Bupati berada di garis depan dalam pengambilan kebijakan politik pemerintahan, Sekda memiliki posisi penting dalam memastikan roda birokrasi pemerintahan berjalan secara administratif dan profesional.
Marsiana mengemban amanah sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Barito Utara, organisasi yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan dan pembinaan keluarga ASN.
Dia menjalankan perannya melalui DWP, organisasi yang menjadi wadah bagi para istri ASN untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial, pemberdayaan keluarga dan peningkatan kapasitas anggotanya.
Dalam kegiatan DWP, Marsiana juga selalu terlibat di kegiatan - kegiatan sosial kemasyarakatan.
Juga hal yang selalu ditegaskannya akan pentingnya kebersamaan dan peningkatan wawasan serta keterampilan anggota.
Ketiga perempuan ini tentu tidak dapat ditempatkan hanya sebagai “istri pejabat”saja. Namun mereka memiliki identitas dan tanggung jawab masing-masing dalam ruang pengabdian kepada masyarakat.
Ketiganya berada dalam posisi yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan yaitu mendampingi pasangan sekaligus menjalankan tanggung jawab sosialnya sendiri.
Maya bergerak melalui TP-PKK dan berbagai bidang pemberdayaan keluarga. Mira hadir melalui GOW dan organisasi perempuan. Sementara Marsiana menjalankan peran melalui DWP.
Menjadi pendamping seorang pejabat publik bukan pekerjaan sederhana. Ada tuntutan sebagai suatu keharusan, mendampingi keluarga,
menjaga nama baik pasangan, mampu menempatkan diri di tengah masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Barito Utara.
Sebab di balik setiap pemimpin yang berdiri di depan, sering kali ada sosok yang memilih tetap berdiri di belakang, bukan untuk mengambil sorotan, tetapi untuk memastikan langkah tetap kuat dan perjalanan terus berlanjut.
Di sinilah makna sebenarnya dari istilah “Ada perempuan hebat di balik kesuksesan seorang pemimpin.”
Hj Maya Savitri, Mira Afrianti Nada dan Marsiana mungkin tidak selalu berada di podium utama ketika keputusan pemerintahan dibicarakan.
Namun dari ruang yang berbeda, mereka ikut memberikan warna dalam perjalanan pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Barito Utara.
Karena seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan orang-orang yang berdiri di depannya, tetapi juga seseorang yang tetap memberikan kekuatan ketika ia kembali ke rumah.
(Penulis : Antiani)
.png)









