Tali Asih PPKH 281 PT NPR Mengalir ke Karendan dan Muara Pari, Pendidikan hingga Rumah Ibadah Jadi Sasaran

By Redaksi 07 Nov 2026, 15:03:54 WIB Daerah
Tali Asih PPKH 281 PT NPR Mengalir ke Karendan dan Muara Pari, Pendidikan hingga Rumah Ibadah Jadi Sasaran

Baritonews.co -Muara Teweh - Komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional kembali diwujudkan PT Nusa Persada Resources (NPR) melalui penyaluran dana tali asih PPKH 281 kepada warga Desa Karendan dan Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Penyaluran dana tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan pendidikan, keagamaan, sosial, hingga fasilitas umum desa.


Baca Lainnya :

Di Desa Karendan, penyerahan tali asih dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) di Balai Pertemuan Desa Karendan. Kegiatan berlangsung tertib dan disaksikan Camat Lahei, unsur Tripika, Pemerintah Desa Karendan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat penerima manfaat.




Melalui koordinator penerima, Tawani Napiah dan Matheus Rahman, penyaluran tali asih juga mencakup bantuan kepada para tenaga pengajar serta dukungan pembangunan pelataran gereja.


Sementara di Desa Muara Pari, penyaluran telah mulai dilaksanakan kepada kelompok penerima. Kelompok 2 yang dikoordinasikan Parianto dan Hadriani telah menerima bantuan sesuai daftar penerima yang disepakati dan ditandatangani.


Bantuan di Desa Muara Pari juga diarahkan untuk mendukung pendidikan anak-anak desa yang melanjutkan sekolah di Muara Teweh, pemberian tas sekolah bagi siswa TK dan SD, pengadaan AC untuk rumah ibadah masjid dan Balai Basarah, bantuan sembako bagi warga lanjut usia (lansia), serta penerangan tempat pemakaman umum (TPU).

Penyaluran untuk kelompok penerima lainnya di Desa Muara Pari masih berlangsung.


Perwakilan PT NPR, Arif Syubhan, S.Sos., menjelaskan bahwa dana tali asih PPKH 281 merupakan bentuk kepedulian dan pemberdayaan perusahaan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan merupakan ganti rugi lahan maupun transaksi jual beli tanah.


“PT Nusa Persada Resources hadir di sini bukan hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi sebagai tetangga yang peduli. Dana tali asih PPKH 281 ini adalah bentuk kepedulian dan pemberdayaan kepada warga Desa Karendan dan Desa Muara Pari yang wilayahnya berada dalam IUP PT NPR,” ujarnya.


Arif menjelaskan, wilayah IUP PT NPR berada dalam Kawasan Hutan Produksi yang merupakan kawasan hutan negara. Karena itu, menurutnya, penyaluran tali asih tidak dapat dimaknai sebagai pembayaran ganti rugi atau jual beli lahan.


“Yang kami berikan adalah bantuan pemberdayaan agar masyarakat bisa merasakan manfaat kehadiran perusahaan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan secara terbuka melalui daftar penerima yang telah disepakati bersama pemerintah desa.


Arif berharap program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kedua desa.

“Kami berharap tidak ada lagi pihak-pihak di luar kedua desa yang memblokade atau memanfaatkan program ini untuk kepentingan yang bukan kepentingan masyarakat,” katanya.




Camat Lahei, Anwar Hamidi, S.IP., menyambut baik pelaksanaan penyaluran tali asih kepada masyarakat Desa Karendan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Kami menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya kegiatan penyerahan tali asih dari PT NPR kepada masyarakat Desa Karendan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Anwar menilai sinergi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa sangat penting dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap program perusahaan dapat terus diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.


“Kami berharap PT NPR dan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lahei dapat terus membangun hubungan harmonis dengan pemerintah dan masyarakat.


 Selain menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan, perusahaan juga diharapkan berkontribusi melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.


Kepada masyarakat penerima, Anwar berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan keluarga.


Kepala Desa Karendan, Ricy, menjelaskan bahwa mekanisme pembagian dana tali asih telah dibahas dan disepakati melalui musyawarah desa sejak awal. Dalam proses tersebut, unsur Tripika Kecamatan Lahei juga diundang untuk mengikuti pembahasan.


Menurutnya, pembagian dilakukan berdasarkan beberapa kategori dan porsi yang telah disepakati bersama.

Untuk masyarakat umum yang bukan termasuk kelompok pengelola, dialokasikan sebesar 10 persen dari plafon awal 388,67 hektare. 

Porsi tersebut, kata Ricy, telah direalisasikan kepada seluruh warga Desa Karendan.


Selain itu, terdapat alokasi 30 persen yang dibagi kepada dua kelompok pengelola. Seluruh mekanisme tersebut, lanjutnya, tertuang dalam hasil musyawarah desa dan saat ini proses penyerahan kepada anggota masing-masing kelompok masih berjalan.




Ricy menegaskan, pemerintah desa menjalankan mekanisme sesuai hasil musyawarah dan arahan pemerintah daerah melalui camat, yang memberikan kewenangan kepada desa untuk mengatur mekanisme penyaluran.


Ia menjelaskan, mekanisme tersebut ditempuh karena penyaluran tali asih tidak didasarkan pada surat kepemilikan atau Surat Keterangan Tanah (SKT), mengingat lokasi IUP PT NPR berada di kawasan hutan negara.


“PT NPR selaku pemegang IUP pertambangan dan konsesi mempunyai niat baik, tidak menghilangkan kewajibannya, dan tetap bertanggung jawab melalui mekanisme yang diatur dalam musyawarah di tingkat kecamatan maupun desa,” jelasnya.


Ricy menyebutkan, penyerahan tali asih secara terbuka di Balai Pertemuan Desa Karendan pada 31 Oktober 2026 telah menjangkau sekitar 250 kepala keluarga (KK). Sebagian penerima lainnya masih belum menerima bantuan karena sedang berada di luar Desa Karendan maupun di Muara Teweh.


Terkait informasi yang beredar di media sosial dan pemberitaan mengenai pembagian tali asih, Ricy menilai mekanisme yang dijalankan pemerintah desa telah sesuai dengan kesepakatan musyawarah.


Ketua BPD Karendan, Samlanor, turut menyampaikan apresiasi kepada PT NPR atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, manfaat tali asih PPKH 281 dirasakan langsung oleh warga Desa Karendan.


“Sebagai warga Desa Karendan dan perwakilan masyarakat, kami sangat berterima kasih kepada pihak PT NPR atas perhatian dan kepeduliannya. Kami benar-benar merasakan manfaat dari tali asih ini,” ungkap Samlanor.


Menurutnya, selama ini PT NPR juga telah memberikan sejumlah bentuk bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kegiatan HUT Kemerdekaan RI, pengobatan gratis, hingga bantuan uang tunai.


Samlanor menambahkan, berdasarkan pemantauan BPD, suasana desa sebelum maupun setelah penyaluran tali asih berlangsung aman dan kondusif.


“Pemerintah desa dan BPD hanya memfasilitasi. Semua berjalan lancar, suasana di desa aman dan kondusif,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Bren, perwakilan masyarakat Desa Karendan. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berharap program pemberdayaan tersebut dapat terus berlanjut.


“Kami warga Karendan mengucapkan terima kasih kepada PT NPR. Dana tali asih ini sangat membantu kami. Penyalurannya kemarin tertib dan disaksikan Camat, Kapolsek, Danramil, serta warga. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan desa kami tetap aman,” katanya.


Di Desa Muara Pari, Kepala Desa Mukti Ali menegaskan bahwa dana tali asih PPKH 281 telah disalurkan kepada warga penerima manfaat sesuai daftar yang tersedia.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya menerima dana dari beberapa segmen PPKH.


Mukti Ali menyebutkan, data penerima dari masing-masing segmen telah tercatat dan tersimpan di pihak perusahaan.

“Saya sebagai Kepala Desa Muara Pari menegaskan, dana tali asih PPKH 281 dari PT NPR sudah disalurkan kepada warga penerima manfaat sesuai daftar yang ada, yaitu warga Desa Muara Pari,” ujarnya.


Ia berharap polemik yang berkembang tidak terus berlarut-larut dan mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan melalui musyawarah desa.

“Kalau ada masalah, kita selesaikan lewat musyawarah desa, bukan lewat tudingan di luar. Mari kita jaga desa kita,” tegasnya.


Ketua BPD Muara Pari, Supriadi N., menambahkan bahwa pihaknya telah ikut mengawasi proses penyaluran bantuan tersebut.


Menurutnya, daftar penerima telah dilengkapi tanda tangan dan meterai sebagai bagian dari administrasi penyaluran.


“Sebagai Ketua BPD, kami sudah ikut mengawasi proses penyaluran ini. Daftarnya jelas, ada tanda tangannya, ada meterainya. Jadi kalau ada yang bilang dana belum tersalur, itu tidak sesuai fakta,” ujarnya.


Supriadi menegaskan, BPD menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar.

Ia juga menyatakan kesiapan BPD untuk memfasilitasi pertemuan terbuka apabila masih terdapat pihak yang membutuhkan penjelasan mengenai mekanisme penyaluran.


“BPD berdiri di tengah. Kami mengawasi kepala desa, tetapi juga melindungi masyarakat dari informasi yang salah. Kami mengajak semua pihak kembali ke mekanisme musyawarah. Jangan sampai gara-gara isu yang tidak benar, program pemberdayaan dari perusahaan untuk warga kita menjadi terhambat,” katanya.


Perwakilan masyarakat Desa Muara Pari, Parianto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan juga dilakukan melalui hasil musyawarah di desa.

Ia menyebutkan, bantuan beasiswa diberikan kepada Ramadan dan Luna, anak-anak asal Desa Muara Pari yang melanjutkan pendidikan di Muara Teweh.


Selain itu, bantuan untuk masjid diserahkan kepada Rustam, sedangkan bantuan untuk Balai Basarah diserahkan kepada Karno Cipta.

Bantuan sembako bagi lansia diberikan kepada Mawardi. Sementara bantuan bagi tenaga pengajar di tingkat SD diserahkan kepada Ibu Raya dan untuk tingkat TK kepada Ibu Luciani.


Beragam bentuk bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial.


Dengan penyaluran dana tali asih PPKH 281 di Desa Karendan dan Desa Muara Pari, PT NPR berharap hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat.


Program tersebut diharapkan menjadi jembatan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus mendorong terciptanya suasana yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Kecamatan Lahei.

(Redaksi)