- Bupati Shalahuddin Tegaskan ASN Sebagai Pelayan Masyarakat Bukan untuk Dilayani
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Kalteng Gandeng Kesbangpol Gelar Kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkoba 2026
- Bupati Tegaskan Tak Ada Alasan Pekerjaan Terhambat Saat Tinjau Jembatan Lemo
- Pemdes Lemo II Salurkan Bantuan Pangan Tahap II, 198 Keluarga Terima 30 Kg Beras
- Tak Hanya Periksa Masyarakat, Polres Barut Tes Urine Personel Secara Mendadak
- Defisit RAPBD Barito Utara Rp1,197 Triliun, PKB Minta Pemda Buka Pos Penyebabnya
- PKB Minta Setiap Program dalam APBD 2027 Punya Ukuran Kinerja yang Jelas
- PKB Tekankan Tanggung Jawab Perusahaan Tambang di Barito Utara
- PKB Dorong Pemerataan Infrastruktur hingga Wilayah Pedalaman Barito Utara
- PKB Minta Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Benar-Benar Dirasakan Masyarakat
Bupati Shalahuddin Tegaskan ASN Sebagai Pelayan Masyarakat Bukan untuk Dilayani
.jpg)
Baritonews.co - Muara Teweh - Bupati Barito Utara H. Shalahuddin berulang kali menyampaikan dalam berbagai kesempatan, mulai dari sambutan kegiatan, saat memimpin apel pagi hingga saat melakukan kunjungan ke sejumlah instansi pemerintahan,
selalu menegaskan kepada seluruh ASN akan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu penekanan yang terus disampaikan Bupati adalah mengenai posisi aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Kalteng Gandeng Kesbangpol Gelar Kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkoba 20260
- Bupati Tegaskan Tak Ada Alasan Pekerjaan Terhambat Saat Tinjau Jembatan Lemo0
- Pemdes Lemo II Salurkan Bantuan Pangan Tahap II, 198 Keluarga Terima 30 Kg Beras0
- Tak Hanya Periksa Masyarakat, Polres Barut Tes Urine Personel Secara Mendadak0
- Defisit RAPBD Barito Utara Rp1,197 Triliun, PKB Minta Pemda Buka Pos Penyebabnya0
“Kita ini pelayan, bukan harus dilayani,” tegas Shalahuddin
Menurutnya, menjadi aparatur pemerintah berarti memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Karena itu, setiap pegawai dituntut bekerja dengan sungguh-sungguh, disiplin dan tidak bersikap ogah-ogahan ketika menjalankan tugas.
Dia selalu berpesan kepada para kepala perangkat daerah untuk tidak membiarkan pegawai yang dinilai malas atau tidak memberikan pelayanan secara maksimal.
Bahkan Bupati pernah meminta kepada salah satu kepala instansi untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran staf, khususnya mereka yang dinilai tidak mampu bekerja sama dan justru menghambat kinerja instansi
“Buat daftar namanya, biar kita pindahkan dari sini. Buat apa menaruh orang yang tidak mau bekerja,” tegas Bupati saat kegiatan anjangsana dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Minggu (16/08/2026)
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Bupati ingin membangun budaya kerja yang lebih disiplin, profesional dan berorientasi pada pelayanan.
Tidak menjadikan jabatan sebagai tempat untuk dilayani, melainkan sebagai amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Setiap pegawai diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta membangun kerja sama yang solid demi kepentingan masyarakat.
Bagi Shalahuddin, kualitas pemerintahan tidak hanya diukur dari program dan pembangunan yang dilaksanakan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, baik dan maksimal dari setiap perangkat daerah.
(Ant)
.png)









