Bupati Tegaskan Tak Ada Alasan Pekerjaan Terhambat Saat Tinjau Jembatan Lemo

By Redaksi 01 Okt 2026, 19:48:59 WIB Barito Kita
Bupati Tegaskan Tak Ada Alasan Pekerjaan Terhambat Saat Tinjau Jembatan Lemo

Baritonews.co - Muara Teweh - Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memberikan peringatan tegas kepada kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Lemo agar tidak main-main dengan target pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Peringatan tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Lemo, Kamis (01/10/2026). Peninjauan dilakukan sekembali dirinya dari perjalanan luar daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, Kepala Dinas PUPR, kontraktor, konsultan serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Baca Lainnya :

Sebelum Bupati tiba, Wakil Bupati bersama rombongan terlebih dahulu menunggu di Desa Lemo, di kediaman tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Lemo II, Rusli.

Setelah tiba di Desa Lemo, rombongan kemudian beristirahat sejenak di Balai Desa Lemo II. Kepala Desa Lemo II Ely Sukaesih turut menyambut rombongan sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan masyarakat setempat yang saat itu sedang berkumpul di kantor desa untuk menerima bantuan pangan program pemerintah pusat.

Selanjutnya, Bupati bersama rombongan bergerak menuju lokasi pembangunan Jembatan Lemo untuk melihat secara langsung kondisi pekerjaan dan progres pembangunan di lapangan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan Pemerintah Kabupaten Barito Utara guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi progres fisik, kualitas pekerjaan, ketersediaan material maupun ketepatan waktu penyelesaian.

Di lokasi, Bupati Shalahuddin meminta kontraktor bekerja serius dan memastikan setiap tahapan pembangunan dapat dicapai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ia juga menyoroti persoalan mobilisasi material, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan pengangkutan melalui jalur sungai menghadapi kendala.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dicarikan solusi dan tidak boleh dijadikan alasan terhambatnya pekerjaan.

"Tidak ada alasan. Jika tidak bisa lewat air (sungai), lewat darat ya," tegas Shalahuddin.

Bupati juga meminta pihak kontraktor melakukan perhitungan kebutuhan material secara cermat sehingga ketersediaan material tidak sampai menghambat pelaksanaan pekerjaan.

"Hitung ya, dihitung yang benar," pesannya.

Lebih jauh, Shalahuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memantau pencapaian setiap tahapan pembangunan. Apabila target pekerjaan tidak tercapai sesuai ketentuan kontrak, pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas terhadap kontraktor.

"Kontrak dapat diputus ya, ini saya ingatkan dan perhatikan," tegasnya.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pembangunan Jembatan Lemo tidak hanya menyangkut hasil akhir pekerjaan, tetapi juga bagaimana setiap tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi, target waktu dan ketentuan yang telah disepakati.

Pemerintah daerah berharap pembangunan Jembatan Lemo dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses dan konektivitas warga di wilayah Lemo dan sekitarnya.

(Dd)