- Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029
- Kejutan, Pasar Murah Berubah Menjadi Pasar Gratis, Warga Lahei Senang
- Bupati Tekankan Komunikasi Intensif, Masyarakat Harus Tahu Tahapan dan Jadwal Pembangunan
- Bagian Dari Penataan Kawasan Perkotaan, Pemkab Barut Adakan Pelebaran Jalan
- Perusda Batara Membangun Siapkan Solusi Pengelolaan Limbah B3 dan Medis
- Ustaz Abdul Somad Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Koyem
- Kajari Barito Utara Ajak Jajaran Perkuat Kekompakan dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
- DMI Barito Utara Dorong Pengurus Masjid Terapkan Manajemen Profesional
- Bupati Shalahuddin Tegaskan ASN Sebagai Pelayan Masyarakat Bukan untuk Dilayani
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Kalteng Gandeng Kesbangpol Gelar Kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkoba 2026
Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029

Baritonews.co - Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan kepada pelaksana pembangunan Jembatan Lahei ( Dinas PUPR) agar bekerja sungguh-sungguh dan memastikan pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada 2029.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat menghadiri groundbreaking pembangunan Jembatan Lahei di lokasi pembangunan, Kamis (08/10/2026).
Baca Lainnya :
Bupati mengatakan, dirinya bersama Wakil Bupati memiliki masa kerja yang dibatasi oleh waktu. Karena itu, target penyelesaian pembangunan yang telah ditetapkan harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat.
“Saya hanya menyampaikan beberapa pesan, mengingatkan kepada pelaksana dari Dinas PUPR. Saya dan Bapak Wakil Bupati bekerja dibatasi oleh waktu. Makanya tolong target 2029 itu tidak ada tawar-menawar,” tegas Shalahuddin.
Ia berharap pada 2029 mendatang, seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dapat kembali ke lokasi tersebut untuk menyaksikan Jembatan Lahei telah selesai dan dapat digunakan masyarakat.
“Di tahun 2029, kita bersama semua yang hadir di sini kembali ke sini, insya Allah sudah bisa menyeberang ke seberang sana,” ujarnya optimis.
Menurut Bupati, pelaksanaan fisik pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun. Karena itu, ia meminta pihak pelaksana dan rekanan benar-benar memperhatikan target waktu yang telah ditetapkan.
“Pelaksanaan pengerjaannya sekitar 2027-2028. Kita harapkan dalam tiga tahun nanti selesai. Ini kita ingatkan kepada rekanan agar bersungguh-sungguh, karena 2030 kita sudah masuk babak baru lagi,” katanya.
Bupati Shalahuddin juga menyampaikan bahwa terdapat tiga jembatan besar yang menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah, yakni Jembatan Tumpung Laung-Sikan, Jembatan Lemo dan Jembatan Lahei.
Untuk Jembatan Tumpung Laung-Sikan, Bupati menyebut progres pembangunannya secara keseluruhan telah mencapai sekitar 42 persen. Saat ini masih terdapat bagian bentang tengah yang perlu diselesaikan.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Tumpung Laung-Sikan nantinya akan mempercepat mobilitas masyarakat dari wilayah Kecamatan Montallat menuju sejumlah desa, termasuk Sikan dan Tumpung Laung, serta akses menuju kota Palangka Raya.
“Kalau sudah selesai, masyarakat kita dari Tumpung Laung menuju Palangka Raya cukup sekitar empat jam,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Lemo juga diharapkan dapat selesai dan diresmikan pada 2028. Jembatan tersebut akan memperkuat konektivitas dari wilayah Lemo dan Kecamatan Teweh Tengah menuju wilayah provinsi.
“Ini sekitar empat jam setengah,” katanya.
Adapun untuk Jembatan Lahei, Bupati berharap pengerjaannya dapat berjalan cepat sehingga memberikan dampak langsung terhadap waktu tempuh masyarakat, khususnya menuju Lahei Barat dan Benangin.
“Kalau hari ini kita ke Lahei Barat, ke Benangin mungkin masih perlu waktu dua jam setengah atau dua jam. Nanti kalau melewati Jembatan Lahei ini cukup satu jam saja,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar kecepatan penyelesaian. Kecepatan tersebut harus berjalan seiring dengan kualitas pekerjaan.
“Kita ingin pekerjaan ini cepat dan berkualitas. Jadi kalau dulu ada istilah ‘biar lambat asal selamat’, sekarang tidak bisa lagi. Sekarang itu ‘cepat dan selamat’,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan pembangunan diperlukan karena masyarakat Barito Utara saat ini menunggu hasil kerja pemerintah. Karena itu, pembangunan yang selama ini membutuhkan waktu panjang diharapkan dapat dipercepat tanpa mengabaikan kualitas.
“Sering saya sampaikan dengan kawan-kawan semua yang ikut mendampingi pekerjaan saya, bahwa hari ini masyarakat Barito Utara menunggu hasil kerja kita. Kalau bisa yang 10 tahun, kita selesaikan cuma dalam rentang waktu hanya tiga tahun saja,” ungkapnya.
Bupati juga menyebut dukungan anggaran untuk pembangunan telah tersedia. Karena itu, tantangan selanjutnya adalah memastikan seluruh pihak mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai target.
“Anggarannya sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik,” katanya.
Ia kembali menegaskan harapannya agar pada 2029 Jembatan Lahei benar-benar telah selesai dan dapat digunakan masyarakat.
“Kalau hari ini kita hanya bisa berdiri di sini, di seberang, nanti saat kita kembali ke sini pada tahun 2029 untuk peresmian, kita bisa sampai ke seberang sana menyeberang lewat jembatan,” ujar Bupati.
Dengan beroperasinya Jembatan Lahei nantinya, masyarakat tidak lagi bergantung pada penyeberangan feri untuk menuju wilayah seberang.
“Kalau sekarang menyeberang harus lewat feri, nanti tidak lagi. Kita langsung sampai ke Kecamatan Lahei dan Lahei Barat,” pungkasnya.
(Ant)
.png)









