- IUB Barito Utara Berbagi Takjil Tebar Kepedulian di Bulan Ramadhan
- DPRD Mahakam Ulu Studi Banding ke DPRD Barito Utara
- Berbagi di Bulan Ramadan, TP PKK Barito Utara Salurkan Ratusan Paket Sayur dan Telur
- Ratusan Produk UMKM Siap Manjakan Pemburu Takjil, Pasar Wadai Ramadhan Muara Teweh Telah Dibuka
- Apel Gabungan Jadi Momentum Penguatan Budaya Kerja ASN
- Pelebaran Jalan Pusat Kota Muara Teweh Mulai Direalisasi
- Parmana Setiawan, Manasik Haji Bekal Penting Jemaah Sebelum ke Tanah Suci
- Aksi Kolaboratif Warnai HPSN 2026 di Barito Utara
- Manasik Haji Terintegrasi 1447 H Digelar, Jemaah Diminta Jaga Ukhuwah dan Kesehatan
- Pemkab Barito Utara Gelar Kegiatan RKPD tahun 2027
Musibah Kebakaran Sisakan Duka Mendalam, Ny Mala Selamatkan Diri di Tengah Asap Tebal

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Keluarga, Jalan Meranti Dermaga, meninggalkan duka mendalam sekaligus kisah pilu yang menggugah hati. Sejumlah rumah warga hangus dilalap api, menyisakan trauma dan kehilangan bagi para korban.
Salah satu korban, Ny Mala, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Kala itu, ia berada seorang diri di rumah dalam kondisi sakit, sementara suami ( Junaidi) dan anaknya sedang berada di Desa Lahei untuk urusan keluarga.
“Saya sedang berbaring karena sakit, tiba-tiba terdengar keributan di luar,” tuturnya Minggu (01/02/2026)
Baca Lainnya :
Saat berusaha bangun dan melihat keadaan sekitar, asap tebal telah memenuhi seluruh ruangan rumahnya.
Ny Mala sempat berusaha keluar dan berniat kembali masuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Namun upaya tersebut tak mungkin dilakukan karena asap semakin pekat.
“Saya menjenguk keluar dan mau kembali lagi ke dalam untuk menyelamatkan barang-barang, tapi tidak bisa lagi karena seluruh ruangan sudah penuh asap,” ucapnya penuh kesedihan.
Dalam kondisi darurat, Ny Mala turun dari lantai atas akhirnya memilih menyelamatkan diri. Ia keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan, tanpa membawa satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Meski kehilangan tempat tinggal dan harta benda, ia bersyukur nyawanya masih tertolong.
Kisah pilu serupa juga disampaikan Dina, putri dari Bapak Nurpansyah, pemilik rumah yang pertama kali terlihat menjadi titik awal munculnya api.
Dengan mata berkaca-kaca, Dina mengaku tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
“Waktu itu mama ulun sedang di pasar berjualan. Ulun dan ading yang ada di rumah, tapi api datang dengan tiba-tiba. Kami langsung keluar dan tidak sempat membawa apa-apa,” ucap Dina lirih.
Musibah kebakaran ini tak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi para korban.
Namun di tengah duka, ketabahan dan rasa syukur masih terpancar dari mereka yang selamat. Harapan kini tertumpu pada uluran tangan, solidaritas, dan kepedulian bersama untuk membantu para korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.(Ant)
.png)





.jpg)



