- Lima Tahun Tak Putus Berbagi, Mula Dewi Purwanty Rawat Tradisi Jumat Berkah di Muara Teweh
- Gabungan Suku Dayak Das Barito Desak Pemkab Selamatkan Kapal Onrust dan Makam Tua di Lalutung Tour
- Tuyang Maulud Hiasi Semarak Maulid Nabi 1448 H Di Desa Lemo
- Bupati Shalahuddin Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di Hari Pramuka ke-65
- Lima Pesan Bupati Untuk Peserta Saat Buka Pesta Siaga Pramuka 2026
- Patih Herman Apresiasi Antusiasme Warga Bintang Ninggi II, Demokrat Komitmen Dekat dengan Masyarakat
- Ketua DPRD Barito Utara Buka Resmi Turnamen Mini Soccer Lemo Cup 2026
- Beri Dukungan Terhadap Kegiatan Keagamaan, Hj Nety Herawati Hadiri Barito Utara Bertablig
- Barito Utara Bertablig, Perkuat Silaturahmi Antara Pemerintah, Ulama dan Masyarakat
- Pemkab DPRD Barito Utara Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Musibah Kebakaran Sisakan Duka Mendalam, Ny Mala Selamatkan Diri di Tengah Asap Tebal

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Keluarga, Jalan Meranti Dermaga, meninggalkan duka mendalam sekaligus kisah pilu yang menggugah hati. Sejumlah rumah warga hangus dilalap api, menyisakan trauma dan kehilangan bagi para korban.
Salah satu korban, Ny Mala, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Kala itu, ia berada seorang diri di rumah dalam kondisi sakit, sementara suami ( Junaidi) dan anaknya sedang berada di Desa Lahei untuk urusan keluarga.
“Saya sedang berbaring karena sakit, tiba-tiba terdengar keributan di luar,” tuturnya Minggu (01/02/2026)
Baca Lainnya :
Saat berusaha bangun dan melihat keadaan sekitar, asap tebal telah memenuhi seluruh ruangan rumahnya.
Ny Mala sempat berusaha keluar dan berniat kembali masuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Namun upaya tersebut tak mungkin dilakukan karena asap semakin pekat.
“Saya menjenguk keluar dan mau kembali lagi ke dalam untuk menyelamatkan barang-barang, tapi tidak bisa lagi karena seluruh ruangan sudah penuh asap,” ucapnya penuh kesedihan.
Dalam kondisi darurat, Ny Mala turun dari lantai atas akhirnya memilih menyelamatkan diri. Ia keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan, tanpa membawa satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Meski kehilangan tempat tinggal dan harta benda, ia bersyukur nyawanya masih tertolong.
Kisah pilu serupa juga disampaikan Dina, putri dari Bapak Nurpansyah, pemilik rumah yang pertama kali terlihat menjadi titik awal munculnya api.
Dengan mata berkaca-kaca, Dina mengaku tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
“Waktu itu mama ulun sedang di pasar berjualan. Ulun dan ading yang ada di rumah, tapi api datang dengan tiba-tiba. Kami langsung keluar dan tidak sempat membawa apa-apa,” ucap Dina lirih.
Musibah kebakaran ini tak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi para korban.
Namun di tengah duka, ketabahan dan rasa syukur masih terpancar dari mereka yang selamat. Harapan kini tertumpu pada uluran tangan, solidaritas, dan kepedulian bersama untuk membantu para korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.(Ant)
.png)



.jpg)






