- Kunjungi SMAN 1, Kapolres Barito Utara Motivasi Siswa Jaga Disiplin Selama PJJ
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Beri Selamat kepada 55 Pejabat yang Dilantik Bupati Barito Utara
- Tak Cukup Duduki Jabatan, 55 Pejabat Barito Utara Dituntut Bekerja Nyata
- Sekda Muhlis Tekankan Sinergi Camat dan Kepala Puskesmas, Pastikan Program 2026 Tuntas
- Bupati Beri Lampu Hijau, PertaLink Mulai Dimatangkan, Pertamina dan Perusda Mulai Berkoordinasi
- Kapolres Barito Utara Turun Langsung Amankan Aspirasi Driver Batu Bara, Situasi Kondusif
- 85 Lulusan Politeknik Muara Teweh Diwisuda, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kerja Nyata
- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
Jalan Koyem Ujung Retak dan Menyempit, Bupati Instruksikan Perbaikan Segera
.jpg)
Baritonews.co - Muara Teweh – Kondisi ruas Jalan Koyem Ujung menuju Jembatan KH Hasan Basri menjadi salah satu perhatian Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat melakukan peninjauan sejumlah lokasi pembangunan di Kota Muara Teweh, Selasa (23/06/2026).
Dalam perjalanan menuju lokasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jingah, rombongan Bupati sempat berhenti untuk mengecek kondisi badan jalan di kawasan jalan Koyem Ujung yang mengalami penurunan tanah.
Baca Lainnya :
- Tiga Jembatan Strategis Diyakini Pangkas Waktu Tempuh ke Ibu Kota Kabupaten dan Antar Daerah0
- Mewakili Masyarakat Adat, Pj Damang Lahei Desak Kelonggaran Aktivitas Tambang Rakyat Sebelum WPR Terbit0
- Klub Muda dengan Semangat Juara, Tiger Of Borneo Mulai Ukir Prestasi di Berbagai Ajang Lari0
- Car Free Day Resmi Dimulai, Bundaran Buah Jadi Ruang Sehat dan Silaturahmi Warga0
- Komitmen Dalam Mendukung Program Kemandirian Pangan Nasional, Wabup Felix Hadiri PENAS ke XVII0
Pada salah satu sisi jalan, tanah yang berada di tepi badan jalan diketahui telah retak dan agak menurun dengan panjang sekitar tiga meter.
Meski lokasi tersebut telah dipasangi tanda peringatan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), namun kondisi jalan dinilai tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat dan kendaraan berat yang melintas setiap hari.
Selain mengancam keselamatan, menyempitnya ruas jalan di titik tersebut juga akan menyebabkan kemacetan. Kondisi ini sering terjadi ketika dua kendaraan berukuran besar berpapasan atau berselisih saat melintas menuju maupun dari arah Jembatan KH Hasan Basri.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Shalahuddin langsung meminta instansi terkait untuk segera melakukan langkah perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih parah guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.
“Segera lakukan perbaikan dan carikan solusi agar lalu lintas lebih aman dan lancar,” tegas Bupati kepada jajaran teknis yang turut mendampingi peninjauan.
Dengan adanya perbaikan dan penataan jalan pada titik - titik yang dianggap membahayakan, diharapkan akses menuju kawasan strategis lainnya di Kota Muara Teweh dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung kelancaran arus transportasi masyarakat.
(Ant)
.png)





.jpg)




