Dipan Dan Kasur Yang Layak Menjadi Sebuah Harapan Sederhana Yang Sangat Berarti Bagi Anak- Anak Yayasan Hindu Kaharingan

By Redaksi 16 Agu 2026, 12:48:56 WIB Pendidikan
Dipan Dan Kasur Yang Layak Menjadi Sebuah Harapan Sederhana Yang Sangat Berarti Bagi Anak- Anak Yayasan Hindu Kaharingan

Baritonews.co - Muara Teweh - Pada saat anjang sana ke yayasan hindu kaharingan Muara Teweh rombongan bupati disambut antusias meski sangat sederhana oleh pengurus, pembina  yayasan dan anak didik disana. Minggu (16/08/2026)


Dalam anjangsana tersebut ada momen sederhana yang membuat terenyuh saat  pengelola asrama

Baca Lainnya :

Dharma Putra, S Pd  beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa Bupati, Wakil Bupati dan rombongan akan berkunjung, anak-anak penghuni Asrama Pelajar Hindu Kaharingan ternyata langsung mengaitkannya dengan satu harapan sederhana.


“Oh, itu yang mau ngasih kita dipan sama kasur itu, Pak?” ujar anak-anak serempak.

Dharma Putra yang mewakili Majelis Daerah sekaligus pengelola asrama, kemudian menjelaskan bahwa anak-anak sebelumnya pernah mendengar janji dari seseorang dari luar daerah yang datang dan menyampaikan akan memberikan bantuan berupa dipan dan kasur. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum juga terealisasi.


“Dulu ada orang luar daerah datang ke sini menjanjikan mau memberikan kasur dan dipan, tetapi sampai sekarang belum ada,” tutur Dharma sambil tersenyum.


Ucapan spontan anak-anak tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kebutuhan mereka di asrama. Bukan permintaan yang besar, hanya tempat tidur yang layak untuk menunjang kenyamanan mereka dalam menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari.


Dharma menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap keberadaan Asrama Pelajar Hindu Kaharingan.


Ia menjelaskan, kompleks Balai Hindu Kaharingan tersebut memiliki luas sekitar dua hektare dengan sekitar 10 bangunan, termasuk Sekretariat Majelis Daerah, Balai Basarah dan pura. Di dalam kompleks tersebut juga terdapat Asrama Pelajar Hindu Kaharingan yang terdiri dari asrama putra dan putri.


Menurutnya, seluruh tanah dan bangunan yang berada di kompleks tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dititipkan kepada umat Hindu Kaharingan untuk dimanfaatkan.


“Perhatian pemerintah daerah selama ini sudah cukup dan tidak ada perbedaan dengan LKSA yang lain," kata Dharma.


Ia menambahkan, selama kurang lebih empat tahun terakhir, Asrama Pelajar Hindu Kaharingan ada mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Sosial dan PMD.


Selain itu dia juga menyampaikan bahwa saat ini ada 28 siswa yang tinggal di Asrama Pelajar Hindu Kaharingan. Mereka berasal dari berbagai kampung dan kecamatan, dengan latar belakang keluarga kurang mampu.


Dharma mengatakan, pihak pengelola tidak memungut biaya pendidikan maupun biaya asrama dari anak-anak tersebut. Penghuni hanya dikenakan iuran untuk kebutuhan listrik dan air sebesar Rp80 ribu per orang karena hingga kini belum memiliki donatur tetap.


“Anak-anak yang kami tampung memang semuanya dari keluarga tidak mampu. Kami tidak memungut biaya untuk mereka. Hanya untuk listrik dan air Rp80 ribu per orang karena kami belum mempunyai donatur,” jelasnya.


Di hadapan Bupati dan rombongan, Dharma berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diberikan untuk menjamin keberlangsungan pembinaan dan kehidupan anak-anak yang tinggal di asrama.


Harapan tersebut rupanya langsung mendapat respons dari Bupati Barito Utara H. Shalahuddin. Setelah mendengar kebutuhan anak-anak, Bupati secara langsung menginstruksikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Barito Utara agar segera menindaklanjuti dan merealisasikan kebutuhan dipan dan kasur untuk asrama.


Instruksi tersebut menjadi jawaban atas harapan sederhana yang disampaikan secara spontan oleh anak-anak.


Kegiatan anjangsana kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara kepada pengurus Yayasan Hindu Kaharingan.


Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak selalu berupa hal besar. Bagi anak-anak penghuni asrama, dipan dan kasur yang layak menjadi sebuah harapan sederhana yang berarti.

(Ant)