- Gabungan Suku Dayak Das Barito Desak Pemkab Selamatkan Kapal Onrust dan Makam Tua di Lalutung Tour
- Tuyang Maulud Hiasi Semarak Maulid Nabi 1448 H Di Desa Lemo
- Bupati Shalahuddin Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di Hari Pramuka ke-65
- Lima Pesan Bupati Untuk Peserta Saat Buka Pesta Siaga Pramuka 2026
- Patih Herman Apresiasi Antusiasme Warga Bintang Ninggi II, Demokrat Komitmen Dekat dengan Masyarakat
- Ketua DPRD Barito Utara Buka Resmi Turnamen Mini Soccer Lemo Cup 2026
- Beri Dukungan Terhadap Kegiatan Keagamaan, Hj Nety Herawati Hadiri Barito Utara Bertablig
- Barito Utara Bertablig, Perkuat Silaturahmi Antara Pemerintah, Ulama dan Masyarakat
- Pemkab DPRD Barito Utara Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Semarakakan HUT ke 81 RI, Ini Himbauan Ketua RT 30 Dermaga Ujung
Dewan Patih Soroti Ketiadaan Nakes di Haragandang, Sebut Dua Warga Meninggal

Baritonews.co- Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menyampaikan masukan kepada Dinas Kesehatan terkait keberadaan tenaga kesehatan (nakes) saat hearing bersama RSUD, BPJS dan Jasa Raharja Barito Utara di ruang rapat DPRD, Senin (25/05/2026).
Patih mengatakan saat melakukan kunjungan ke Desa Haragandang, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat mengenai tenaga kesehatan yang disebut tidak berada di tempat saat dibutuhkan.
Baca Lainnya :
- Politisi Demokrat Patih Herman Minta Aktivasi Kenaikan Kelas BPJS Tidak Berlarut-larut0
- Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat0
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi0
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan0
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan0
“Kami kemarin waktu berkunjung ke Desa Haragandang dikomplain masyarakat bahwa tenaga kesehatannya tidak berada di tempat,” katanya.
Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pemanggilan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
“Mohon dilakukan pemanggilan, apa alasannya dan kenapa bisa seperti itu,” ujarnya.
Patih menyebut persoalan tersebut sangat serius karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
“Sudah ada dua orang meninggal karena tidak ada nakes berada di tempat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan salah satu kejadian menimpa pasien yang hendak melahirkan dan terpaksa harus ke RSUD Muara Teweh karena tidak ada tenaga medis di wilayah tersebut.
“Pasien yang akan melahirkan harus dibawa ke Muara Teweh karena di Haragandang tidak ada tenaga medis. Jarak tempuhnya jauh dan akhirnya meninggal di perjalanan sebelum sampai di RSUD Muara Teweh,” tuturnya miris
(Ant)
.png)


.jpg)







