- Kunjungi SMAN 1, Kapolres Barito Utara Motivasi Siswa Jaga Disiplin Selama PJJ
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Beri Selamat kepada 55 Pejabat yang Dilantik Bupati Barito Utara
- Tak Cukup Duduki Jabatan, 55 Pejabat Barito Utara Dituntut Bekerja Nyata
- Sekda Muhlis Tekankan Sinergi Camat dan Kepala Puskesmas, Pastikan Program 2026 Tuntas
- Bupati Beri Lampu Hijau, PertaLink Mulai Dimatangkan, Pertamina dan Perusda Mulai Berkoordinasi
- Kapolres Barito Utara Turun Langsung Amankan Aspirasi Driver Batu Bara, Situasi Kondusif
- 85 Lulusan Politeknik Muara Teweh Diwisuda, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kerja Nyata
- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
Dewan Patih Soroti Ketiadaan Nakes di Haragandang, Sebut Dua Warga Meninggal

Baritonews.co- Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menyampaikan masukan kepada Dinas Kesehatan terkait keberadaan tenaga kesehatan (nakes) saat hearing bersama RSUD, BPJS dan Jasa Raharja Barito Utara di ruang rapat DPRD, Senin (25/05/2026).
Patih mengatakan saat melakukan kunjungan ke Desa Haragandang, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat mengenai tenaga kesehatan yang disebut tidak berada di tempat saat dibutuhkan.
Baca Lainnya :
- Politisi Demokrat Patih Herman Minta Aktivasi Kenaikan Kelas BPJS Tidak Berlarut-larut0
- Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat0
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi0
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan0
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan0
“Kami kemarin waktu berkunjung ke Desa Haragandang dikomplain masyarakat bahwa tenaga kesehatannya tidak berada di tempat,” katanya.
Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pemanggilan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
“Mohon dilakukan pemanggilan, apa alasannya dan kenapa bisa seperti itu,” ujarnya.
Patih menyebut persoalan tersebut sangat serius karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
“Sudah ada dua orang meninggal karena tidak ada nakes berada di tempat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan salah satu kejadian menimpa pasien yang hendak melahirkan dan terpaksa harus ke RSUD Muara Teweh karena tidak ada tenaga medis di wilayah tersebut.
“Pasien yang akan melahirkan harus dibawa ke Muara Teweh karena di Haragandang tidak ada tenaga medis. Jarak tempuhnya jauh dan akhirnya meninggal di perjalanan sebelum sampai di RSUD Muara Teweh,” tuturnya miris
(Ant)
.png)





.jpg)




