- Kunjungi SMAN 1, Kapolres Barito Utara Motivasi Siswa Jaga Disiplin Selama PJJ
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Beri Selamat kepada 55 Pejabat yang Dilantik Bupati Barito Utara
- Tak Cukup Duduki Jabatan, 55 Pejabat Barito Utara Dituntut Bekerja Nyata
- Sekda Muhlis Tekankan Sinergi Camat dan Kepala Puskesmas, Pastikan Program 2026 Tuntas
- Bupati Beri Lampu Hijau, PertaLink Mulai Dimatangkan, Pertamina dan Perusda Mulai Berkoordinasi
- Kapolres Barito Utara Turun Langsung Amankan Aspirasi Driver Batu Bara, Situasi Kondusif
- 85 Lulusan Politeknik Muara Teweh Diwisuda, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kerja Nyata
- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
RSUD Muara Teweh Terakreditasi Paripurna, Pasien Justru Dirujuk ke Luar Daerah karena dokter Pelatihan

Baritonews.co - Muara Teweh – Status Akreditasi Paripurna yang disandang RSUD Muara Teweh menjadi sorotan publik.
Rumah sakit yang menjadi pusat rujukan Regional III DAS Barito itu justru merujuk pasien ke kabupaten lain dengan alasan keterbatasan tenaga dokter Spesialis.
Padahal, berdasarkan surat keterangan hasil Akreditasi yang dikeluarkan LARS DHP Nomor 0187.SKH-AKRE.VIII.2023 tertanggal 29 Agustus 2023, RSUD Muara Teweh berhasil meraih status Akreditasi Paripurna yang berlaku hingga 27 Agustus 2027.
Predikat ini merupakan capaian tertinggi dalam standar pelayanan rumah sakit, hasil survei tim LARS DHP yang dilaksanakan pada 10–15 Agustus 2023.
Namun di lapangan, pelayanan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan status tersebut.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (15/04/2026), saat seorang pasien ibu hamil dirujuk dari Muara Teweh ke RSUD Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya. Ironisnya, dalam perjalanan menggunakan ambulans milik Puskesmas Butong, kendaraan tersebut mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang di sekitar Km 68 arah Puruk Cahu.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan bantuan warga dan pihak terkait.
“Ibu hamil dievakuasi oleh mobil travel yang melintas di daerah tersebut. Sedangkan sopir ambulans sempat diselamatkan ke Kompi Brimob di atas Simpang Muara Laung, lalu dievakuasi menggunakan ambulans BPBD,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Wahidah Asurawati, menjelaskan bahwa keterbatasan dokter Spesialis menjadi alasan utama rujukan dilakukan ke luar daerah.
Menurutnya, saat ini RSUD Muara Teweh hanya memiliki satu dokter Spesialis kandungan, yang sedang menjalani dinas luar untuk mengikuti pelatihan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif).
“Pelatihan ini sudah terjadwal untuk memenuhi Akreditasi RSUD dan beliau melaksanakan tugasnya,” jelas Wahidah melalui pesan WhatsApp kepada salah satu media lokal.
Kondisi ini memicu reaksi publik. Sejumlah netizen mempertanyakan konsistensi pelayanan rumah sakit yang telah menyandang status Akreditasi paripurna, namun masih mengalami kendala mendasar seperti keterbatasan tenaga medis hingga harus merujuk pasien ke rumah sakit di luar wilayah rujukan.
Sorotan ini menjadi catatan penting, bahwa capaian administratif berupa akreditasi tinggi harus diiringi dengan kesiapan layanan di lapangan, terutama dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan pasien.
(Ant)
.png)





.jpg)




