Pemerintah Kecamatan Lahei Dorong Pelestarian Adat dan Budaya Dayak Melalui Pagelaran Seni

By Redaksi 19 Agu 2026, 07:02:58 WIB Peristiwa
Pemerintah Kecamatan  Lahei Dorong Pelestarian Adat dan Budaya Dayak Melalui Pagelaran Seni

Baritonews.co -Muara Teweh – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemdes desa IPU bersama Gabungan Suku Dayak Barito menggelar Pagelaran Seni Budaya di halaman SDN 2 IPU KM 09 RT 04, Desa Ipu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Selasa (18/08/2026).


Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Lahei melalui Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Lahei, Sustika Malabaya. Pagelaran lomba yang dilaksanakan mulai 18-22 Agustus diisi dengan berbagai perlombaan seni dan budaya, di antaranya lomba Deder, Dongkoi, Japen, serta karaoke dangdut.

Baca Lainnya :


Dalam sambutannya, Sustika Malabaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kekeluargaan, serta melestarikan kearifan lokal masyarakat.


“Ini bukan hanya kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sudah barang tentu ini sebuah kebanggaan bagi kita semua. Bagaimanapun dalam mengisi kemerdekaan ini, siapa lagi kalau bukan kita,” ujar Sustika.


Menurutnya, semangat kebersamaan dan kekeluargaan harus terus dipelihara oleh masyarakat, khususnya dalam kehidupan bersama di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.


Ia menekankan pentingnya menjaga rasa senasib dan sepenanggungan serta membangun sikap saling asah, asih dan asuh di tengah masyarakat.


Sustika juga menilai pagelaran seni budaya menjadi sarana penting untuk memperkenalkan dan mempertahankan berbagai kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.


“Dengan kegiatan ini ada hikmah yang sangat berharga dan penting bagi kita, karena kearifan lokal ada banyak yang perlu ditampilkan. Kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk sosialisasi yang melibatkan masyarakat dan warga kita,” katanya.


Menurutnya Pemerintah sudah tentu  memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang bersifat positif, terutama kegiatan yang dapat mengembangkan adat dan budaya daerah.


Ia bahkan mendorong masyarakat agar tidak ragu berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila ingin melaksanakan kegiatan serupa.

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kalau ada kegiatan yang sifatnya positif dan mengembangkan adat budaya, koordinasikan dengan pemerintah setempat untuk dianggarkan. Jadi tidak ada alasan kalau terkendala dengan anggaran,” tegasnya.


Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah dan sinergi seluruh pihak.


Sustika berharap kegiatan yang digagas Gabungan Suku Dayak Barito tersebut tidak berhenti di Desa Ipu saja.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya seperti ini diharapkan dapat dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan di desa-desa lainnya di Kabupaten Barito Utara.


“Atas nama pemerintah, kami sangat berterima kasih dan sangat menghargai terobosan ini. Ini menjadi langkah untuk membangun dan mengembangkan kegiatan budaya, bukan hanya di Desa Ipu, tetapi diharapkan juga dapat dilaksanakan di semua desa di Kabupaten Barito Utara,” ungkapnya.


Ia juga berharap kegiatan pelestarian adat dan budaya dapat dilaksanakan tidak hanya pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga pada berbagai kesempatan lainnya.

“Bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi pada hari-hari lainnya juga bisa dilaksanakan. Ini yang menjadi harapan kami,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Sustika juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan, termasuk para dewan juri yang hadir untuk mendukung pelaksanaan pagelaran.


Ia berharap semangat dan kerja sama yang telah dibangun dapat terus dipertahankan sehingga kegiatan serupa ke depan dapat terselenggara dengan lebih baik dan terarah.


“Kami berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang sudah bersusah payah merencanakan segala sesuatu. Terutama kepada dewan juri yang datang jauh demi mendukung kegiatan ini,” katanya.


Menutup sambutannya, Sustika menyampaikan sebuah pepatah yang menurutnya sejalan dengan harapan pemerintah terhadap keberlangsungan adat dan budaya masyarakat.


“Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung. Ini yang menjadi harapan kami, semoga ke depannya lebih tertata, lebih baik, bahkan di desa-desa juga tetap dilaksanakan,” pungkasnya.


Pagelaran Seni Budaya tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat Kecamatan Lahei dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan seni, budaya dan kearifan lokal yang dimiliki, dengan dukungan pemerintah kecamatan serta seluruh unsur masyarakat.

(Ant)