- Pemkab Barito Utara Raih Penghargaan dari SKK Migas atas Dukungan terhadap Operasional Hulu Migas
- Gun Sriwitanto Dorong Pemuda Barito Utara Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter
- Dewan Naruk Saritani Ajak Pemuda Barito Utara Perkuat Persatuan pada Hari Sumpah Pemuda
- Sekda Muhlis Bacakan Amanat Menpora pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Barito Utara
- DPC PKB Barito Utara Moment Berbagi Di Hari Nasional 2026
- Listrik Sering Padam dan Tegangan Rendah Jadi Keluhan Warga Sei Rahayu II Dalam Reses DPRD
- Bantuan Bibit Sawit, Palawija, dan Pupuk Jadi Harapan Petani Sei Rahayu II Dalam Reses DPRD
- Pembangunan Rumah Ibadah Tak Luput Menjadi Aspirasi Warga Sei Rahayu II Dalam Reses DPRD
- Warga Sei Rahayu II Usulkan Perbaikan Jalan Poros Dalam Reses DPRD
- Pasilitas Kesehatan hingga Kekurangan Dokter, Aspirasi Warga Sei Rahayu II Disampaikan ke DPRD
Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), H. Alhadi, menyoroti peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng)
Hal ini disampaikan saat menghadiri audiensi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang dihadiri oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto, serta unsur Forkopimda lainnya, di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (11/02/2026).
Adapun Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara
Al Hadi mengungkapkan keprihatinannya atas tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalteng yang semakin memprihatinkan.
Ia mempertanyakan mengapa bandar narkoba sulit ditangkap,
Kita semua sepakat kata Al Hadi bahwa pengguna adalah korban, tetapi akar masalah utamanya adalah bandar yang harus diberantas, tapi kenapa bandar nya sulit ditangkap.
"Apakah mereka semacam punya kekuatan dewa seperti dalam drama korea ?," ucapnya menekankan
H. Alhadi menambahkan bahwa penangkapan satu bandar narkoba dapat memutus beberapa mata rantai peredaran, sehingga dapat menyelamatkan banyak orang.
Ia juga menyampaikan bahwa saat reses di beberapa desa, masyarakat sangat khawatir dengan dua hal yaitu narkoba dan judi online.
"Kita berharap generasi kita tidak terpapar dua hal ini, sebab Indonesia bukan menyongsong Indonesia emas malah menyongsong Indonesia cemas," tegasnya mengakhiri.
Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Made Roostanto, mengakui bahwa perkembangan penyalahgunaan narkoba di Kalteng dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang bersih dan bebas dari narkoba.
( Ant)
.png)










